Blog

  • Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Jakarta – Polda Metro Jaya membagikan makanan kepada sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu sebagai bentuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta aksi.
    “Polda Metro Jaya hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

    Polisi membagikan makanan di depan Kantor Disnaker Provinsi DKI Jakarta, Gambir. Personel Polda Metro Jaya juga tampak berinteraksi dengan peserta aksi.

    Petugas membagikan makanan berupa siomay kepada para buruh. Hal itu menjadi bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

    “Hal-hal kecil seperti menyapa, berdialog, dan berbagi makanan dapat mencairkan suasana. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, damai, dan penuh rasa saling menghormati,” ucapnya.

    Budi menyebut pembagian makanan itu merupakan bagian komunikasi dan pendekatan yang dibangun dengan pihak yang menyampaikan pendapat di muka umum. Dia mengajak masyarakat dan peserta agar tertib menjalankan aksinya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib. Polri akan terus hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan tetap melayani serta menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

  • Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Polda Metro Bagikan Makanan ke Peserta May Day di Monas

    Jakarta – Polda Metro Jaya membagikan makanan kepada sejumlah massa aksi Hari Buruh Internasional atau May Day di Monas, Jakarta Pusat. Hal itu sebagai bentuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta aksi.
    “Polda Metro Jaya hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa nyaman kepada saudara-saudara kita yang sedang menyampaikan aspirasi. Pendekatan humanis seperti ini menjadi bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).

    Polisi membagikan makanan di depan Kantor Disnaker Provinsi DKI Jakarta, Gambir. Personel Polda Metro Jaya juga tampak berinteraksi dengan peserta aksi.

    Petugas membagikan makanan berupa siomay kepada para buruh. Hal itu menjadi bentuk kepedulian dan pendekatan humanis Polri dalam melayani masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi.

    “Hal-hal kecil seperti menyapa, berdialog, dan berbagi makanan dapat mencairkan suasana. Kami ingin seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, damai, dan penuh rasa saling menghormati,” ucapnya.

    Budi menyebut pembagian makanan itu merupakan bagian komunikasi dan pendekatan yang dibangun dengan pihak yang menyampaikan pendapat di muka umum. Dia mengajak masyarakat dan peserta agar tertib menjalankan aksinya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Sampaikan aspirasi dengan tertib. Polri akan terus hadir sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban, dan pejuang kemanusiaan, dengan tetap melayani serta menjaga keamanan bersama,” pungkasnya.

  • Komitmen Penuh Dir Polairud Sulut, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Dir Polairud Sulut, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh Dir Polairud Sulut, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Dir Polairud Sulut, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh  Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh  Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berja

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berjalan

    Komitmen Penuh Pimpinan Baru, Kombes Pol Bayuaji Pastikan Program Klinik Terapung Terus Berja

    Komitmen untuk hadir dan melayani masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir dan pulau-pulau terpencil, terus diwujudkan oleh jajaran kepolisian.

    Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulawesi Utara (Sulut) kembali melaksanakan kegiatan sosial berupa Klinik Terapung, sebuah layanan kesehatan gratis yang membawa pelayanan medis langsung ke tengah laut menggunakan kapal.

     

    Kegiatan mulia ini dilaksanakan di atas kapal SPOB ALVINA, tepatnya di perairan Selat Lembeh, pada Kamis (30 April 2026). Pelayanan kesehatan ini merupakan bukti nyata kepedulian Polri terhadap akses kesehatan yang sulit dijangkau di wilayah perairan.

     

    Program Klinik Terapung ini sendiri merupakan gagasan besar yang telah dicanangkan sejak masa jabatan Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran ketika menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri pada tahun 2023.

     

    Program ini digulirkan secara nasional untuk seluruh jajaran Ditpolairud di Indonesia, dengan tujuan utama menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah yang sulit diakses melalui jalur darat.

     

    Di Sulawesi Utara, semangat pelayanan ini terus dihidupkan dan dikembangkan di bawah kepemimpinan Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H. yang baru menjabat sebagai Direktur Polairud Polda Sulut selama empat bulan.

    Sosok pemimpin yang dikenal berwibawa dan sangat dekat dengan masyarakat ini terus mendorong personelnya untuk tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pelayanan publik.

     

    Kegiatan Klinik Terapung kali ini dipimpin langsung oleh Ipda Suleman Salino, S.H. Tim medis dan personel gabungan menggunakan Kapal Polisi tipe XV-2003 yang dikomandani oleh Brigpol Hany Wantaniah beserta 3 orang Awak Bawah Kapal (ABK).

     

    Dengan menggunakan fasilitas kapal polisi, tim medis dapat menepi ke desa-desa pesisir dan memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pembagian obat-obatan, serta penyuluhan kesehatan secara langsung dan gratis kepada warga yang membutuhkan.

     

    Kehadiran Klinik Terapung ini sangat dinantikan dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat pesisir. Bagi warga yang tinggal di pulau-pulau kecil, akses ke rumah sakit seringkali memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

    kehadiran Polri dengan membawa layanan kesehatan ke depan pintu rumah mereka menjadi bantuan yang sangat besar dan bermakna.

     

    Melalui kegiatan ini, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bukti nyata kehadiran negara dan institusi Polri di tengah masyarakat.

     

    Menurutnya, “Klinik Terapung ini merupakan program unggulan yang diinisiasi sejak masa pimpinan Bapak Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran saat menjabat sebagai Kabaharkam Polri pada tahun 2023, dan kami terus melestarikannya hingga saat ini.

     

    Tujuannya sangat jelas, yaitu menjangkau saudara-saudara kita yang tinggal di wilayah perbatasan laut dan pulau terpencil yang selama ini mungkin sulit mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak,” ujar Kombes Pol Bayuaji.

    Lebih lanjut, Dirpolairud yang baru menjabat selama empat bulan ini menjelaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga hadir untuk meringankan beban masyarakat di berbagai aspek kehidupan.

     

    “Kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dengan hati. Melalui program ini, kami membawa pelayanan kesehatan gratis langsung ke depan pintu rumah mereka.

     

    Tidak perlu jauh-jauh ke kota atau ke rumah sakit, cukup di dermaga atau di pinggir pantai, warga sudah bisa mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan,” tambahnya.

     

    Di akhir keterangan, Semoga agar kegiatan sosial kemanusiaan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal.

     

    “layanan yang kami berikan hari ini dapat bermanfaat dan meringankan beban saudara-saudara kami di pesisir dan pulau-pulau. Semoga kesehatan mereka selalu terjaga. Selain itu, saya juga berharap kegiatan seperti ini dapat mempererat tali silaturahmi dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” tegasnya.

     

    “Kedepannya, kami berkomitmen akan terus berupaya menggelar kegiatan serupa di lokasi-lokasi lain yang membutuhkan, agar tidak ada satu pun warga yang terlewatkan dari perhatian dan pelayanan kami,” tutup Dirpolairud.

  • Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

    Polairud Polda Sulut Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

     

    Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Hal ini ditandai dengan kegiatan silaturahmi yang digelar Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, didampingi PS. Kasubdit Patroliairud Karel Tangay, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung.

    Kegiatan yang berlangsung di Cafe Mono Box, Kecamatan Maesa, Kamis (30/04/2026), tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan media.

    Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.“Di wilayah perairan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran rekan-rekan wartawan sangat penting untuk saling berbagi informasi demi kepentingan masyarakat, khususnya warga Kota Bitung,” ujarnya.Ia juga menyoroti dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan distribusi BBM dan gas bersubsidi di tengah masyarakat.“Kita harus bersama-sama mengawasi agar BBM bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya. Begitu juga dengan LPG 3 kilogram yang merupakan subsidi pemerintah bagi masyarakat,” tegas Bayuaji.Lebih lanjut, ia turut mengajak masyarakat pesisir untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan laut dan pantai. Menurutnya, kelestarian ekosistem laut sangat bergantung pada kesadaran kolektif.“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di laut, serta mengurangi penggunaan plastik. Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PWI Kota Bitung, Taizar Basalamah, menyampaikan apresiasi atas langkah Polairud Polda Sulut dalam membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.

    Menurut Taizar, hubungan antara Polri dan wartawan merupakan kemitraan strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan wartawan harus terus terjalin demi kepentingan publik,” ungkapnya.

  • Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

    Polairud Polda Sulut Gandeng PWI Bitung, Kombes Bayuaji Yudha Prajas Perketat Pengawasan BBM Subsidi dan Lindungi Laut

     

    Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Polda Sulawesi Utara terus memperkuat sinergi dengan insan pers. Hal ini ditandai dengan kegiatan silaturahmi yang digelar Direktur Polairud Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, didampingi PS. Kasubdit Patroliairud Karel Tangay, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bitung.

    Kegiatan yang berlangsung di Cafe Mono Box, Kecamatan Maesa, Kamis (30/04/2026), tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, mencerminkan hubungan kemitraan yang semakin erat antara kepolisian dan media.

    Dalam kesempatan itu, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung tugas kepolisian, khususnya di wilayah perairan yang memiliki tantangan tersendiri.“Di wilayah perairan, kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran rekan-rekan wartawan sangat penting untuk saling berbagi informasi demi kepentingan masyarakat, khususnya warga Kota Bitung,” ujarnya.Ia juga menyoroti dampak dinamika global, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu penyalahgunaan distribusi BBM dan gas bersubsidi di tengah masyarakat.“Kita harus bersama-sama mengawasi agar BBM bersubsidi digunakan sesuai peruntukannya. Begitu juga dengan LPG 3 kilogram yang merupakan subsidi pemerintah bagi masyarakat,” tegas Bayuaji.Lebih lanjut, ia turut mengajak masyarakat pesisir untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan laut dan pantai. Menurutnya, kelestarian ekosistem laut sangat bergantung pada kesadaran kolektif.“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama di laut, serta mengurangi penggunaan plastik. Kebersihan pantai dan laut adalah tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.Sementara itu, Ketua PWI Kota Bitung, Taizar Basalamah, menyampaikan apresiasi atas langkah Polairud Polda Sulut dalam membangun komunikasi yang baik dengan insan pers.

    Menurut Taizar, hubungan antara Polri dan wartawan merupakan kemitraan strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

    “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan wartawan harus terus terjalin demi kepentingan publik,” ungkapnya.